Wallstraße 19, 01067 Dresden
0351-65677400
mail.formid@gmail.com

Kuliah Pasca Sarjana di Dresden dengan Beasiswa LPDP

Kuliah Pasca Sarjana di Dresden dengan Beasiswa LPDP

Sebelum kita mengetahui mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang studi di Dresden dengan sokongan beasiswa LPDP, mari sejenak kita membaca ringkasan sejarah terkait LPDP itu sendiri. LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan sebuah BLU (Badan Layanan Umum) yang ditetapkan pada tanggal 30 Januari 2012 melalui Keputusan Kementrian Keuangan (KMK) yang bertugas mengelola sebagian dana dari alokasi dana fungsi pendidikan dalam APBN-P dijadikan segabai Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola dengan mekaninsme dana abadi. Tujuan dan fokus utama dari LPDP adalah mencetak pemimpin bangsa masa depan yang terbesar di berbagai bidang. Pengelolaan dana abadi bertujuan untuk menjamin keberlangsungan program pendidikan bagi generasi mendatang dan juga mengantisipasi keperluan rehabilitasi pendidikan yang rusak akibat bencana. Itulah sekilas paparan mengenai sejarah dan juga tujuan LPDP, informasi lebih detail terkait hal tersebut dapat dilihat di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/. Dengan demikian marilah kita masuk ke segmen tanya jawab pertanyaan-pertanyaan seputar besasiswa LPDP yang sudah dijawab sendiri oleh kami 😀

A. Jenjang studi apa, bidang studi apa, dimana universitas nya, serta hal apa saya yang bisa disokong oleh beasiswa LPDP ini?


Beasiswa LPDP terdiri dari lima jenis secara garis besar yakni Beasiswa Magister & Doktor, Beasiswa Thesis & Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Spesialis Kedokteran, dan Presidential Scholarship. Namun dari semua kelima jenis beasiswa tersebut, semuanya diperuntukkan untuk studi pasca sarjana. Untuk bidang studi, LPDP menyokong lebih dari 13 jenis bidang studi yang berbeda. Apa sajakah itu? Semua bidang studi yang terkait dengan perihal IPOLEKSOSBUDHANKAM, agama, teknik, dan bidang studi lain yang berpotensi untuk memajukan Indonesia maka itu dapat disokong oleh beasiswa LPDP. Lalu dimanakah kita bias menimbal ilmu lebih lanjut untuk memperdalam bidang studi tersebut? Baik di dalam ataupun luar negeri kita bisa mendapat sokongan dari beasiswa LPDP, namun universitas tujuan alangkah baiknya jika mengacu kepada daftar universitas yang berada dalam daftar LPDP. Ada 20 perguruan tinggi dalam negeri dan 280 perguruan tinggi luar negeri yang 25 diantaranya adalah perguruan tinggi di Jerman. Mungkin saja universitas tujuan yang kita tuju tidak berada di dalam daftar LPDP, semisal tidak semua TU9 (9 Universitas Teknik terbaik di Jerman) ada berada di dalam daftar tersebut. Namun hal ini bukan sebuah gembok yang mengunci mati pintu untuk masuk ke universitas tujuan lain, selama kita bisa memberikan data pendukung yang bisa meyakinkan mengapa kita harus mengambil studi bidang tertentu di universitas tersebut, sekalipun prosedurnya tidaklah semudah bilamana kita memilih universitas yang sudah disediakan oleh LPDP.

Terkait komponen pembiayaan yang disokong oleh LPDP ada berbagai macam komponen kebutuhan studi dan hidup yang bisa dibiayai oleh LPDP. Uang sekolah dan biaya hidup perbulan selama masa studi adalah hal yang lumrah diberikan oleh berbagai lembaga beasiswa, tapi LPDP tidak hanya sekedar menyokong hal tersebut, hal lain diantaranya adalah biaya tunjagan untuk yang sudah berkeluarga (jika istri/anak/suami ada yang ikut serta selama masa studi), asuransi (ada batas premi maximal nya),visa (at cost), tiket kepergian dan kepulangan (masing-masing hanya satu kali ya), dana kedatangan awal,dana untuk keperluan membeli buku-buku studi dan masih ada yang lainnya bisa dilihat di web LPDP diatas. Dengan sudah adanya berbagai macam biaya keperluan hidup yang disokong oleh LPDP maka penerima beasiswa LPDP tidak diperkenankan untuk melakukan part time job tanpa seijin LPDP.

B. Bagaimanakah cara untuk mendaftar beasiswa LPDP?

Beberapa persyaratan untuk mengajukan beasiswa LPDP diantaranya adalah:

  • Pelamar adalah WNI yang sudah menyelesaikan studi sarjana dengan IPK minimal 3.00 untuk melanjutkan ke pasca sarjana dengan batas umur maximal tertentu (35 tahun untuk Master & 40 tahun untuk Doktor)
  • Surat keterangan diterima dari universitas tujuan (bila sudah mempunyai), jikalau belum masih boleh tetap melamar sebagai calon penerima beasiswa LPDP
  • Kemampuan bahasa semisal nilai minimum score 6.0 IELTS atau 500 TOEFL untuk universitas tujuan dalam negeri dan 6.5 IELTS atau 550 TOEFL untuk tujuan luar negeri. Untuk universitas tujuan yang mensyaratkan kemampuan bahasa lain selain Inggris, maka dipersilakan untuk melamar dengan syarat minimal kemampuan bahasa lain sesuai yang diminta oleh universitas tujuan kita.
  • Bersedia untuk kembali ke tanah air seusai selesai tugas belajar

Masih ada beberapa persyaratan lain yang lebih detailnya dapat dilihat langsung di website LPDP.

Setelah memenuhi syarat-syarat yang diperlukan maka kita bisa mengirimkan aplikasi kita secara online untuk mengikuti tahap seleksi. Tahap seleksi ini secara garis besar ada dua tahap yakni seleksi administrasi dan wawancara. Setelah lulus seleksi wawancara maka tahap selanjutnya adalah mengikuti PK (Persiapan Keberangkatan). PK ini bukanlah tahap seleksi lagi, namun setiap penerima beasiswa LPDP wajib mengikutinya, disini nanti aka ada seminar-seminar dari berbagai macam nara sumber yang akan memberikan pengalaman, bekal informasi terkait seputar rasa cinta tanah air dan juga lika-liku kehidupan terutama di perantauan dan juga masih ada rangkaian acara menarik lain di dalamnya (sulit diceritakan, nanti kawan-kawan akan merasakan sendiri kok hihihihi). Tahap seleksi ini memang tahap yang krusial,sekalipun LPDP mengadakan empat gelombang seleksi setiap tahunnya, namun bilamana kita gagal saat sesi wawancara maka hanya ada satu kali kesempatan lagi untuk mengikuti seleksi beasiswa ini. Apa dong tips n trick agar kita bisa lolos seleksi ini? Hal ini bagi penulis pribadi sangat sulit dijelaskan sebab bagi penulis memang ini adalah sebuah misteri (sampai sekarang pun masih heran mengapa bisa lolos hahaha). Tapi sekiranya begini gambaran yang akan kawan-kawan lalui dalam seleksi beasiswa LPDP ini.

  1. Mempersiapkan semua dokumen sesuai persyaratan dan di unggah ke website LPDP (pastikan jangan ada yang keliru dan waktu mengunggah juga jangan mepet-mepet ke waktu penutupan hahaha)
  2. Setelah beberapa minggu kita dapat mengunduh hasil seleksi administrasi ini dalam bentuk PDF di website LPDP, disitu kita harus jeli mencari nama kita apakah tercantum di daftar yang lolos seleksi atau tidak karena aka nada ribuan nama. Jika kita lolos makan kita akan mendapatkan email lanjutan yang berisi jadwal seleksi wawancara, oh ya untuk kota dimana seleksi ini diadakan memang tidak berada di semua kota namun hanya kota-kota tertentu yang dianggap mewakili rayon atau daerah yang tercakupi.
  3. Saat ini ada sedikit perbedaan tes yang diadakan, pada zaman kami dahulu, essay ditulis dan diupload ke website LPDP dengan batas waktu penulisan lama sekali yakni sebelum penutupan seleksi administrasi, namun untuk saat ini menulis essay langsung dilakukan di tempat seleksi wawancara. Tapi hal ini bukan suatu ganjalan besar, bedanya kalau kami dahulu bisa sambil minum kopi dan merebah dikasur sejenak kalau tidak dapat ide untuk menulis essay, sedangkan sekarang ide itu sudah difikirkan berhari-hari jauh sebelum jatuh tempo seleksi wawancara sehingga ketika tiba harinya kita sudah tahu apa yang akan ditulis. Essay yang ditulis sebanyak 500-700 kata saja kok hehehe. Hal terpenting dari apa yang ditulis dalam essay ini haruslah kita pahami sebaik-baiknya dan tidak sesumbar, sebab apa yang kita tulis ini terkait peran kita dimasa depan bagi Indonesia dan juga apa yang pernah kita capai dan ini akan menjadi bahan para pewawancara untuk berkenalan dengan kita nanti. Pewawancara biasanya terdiri dari tiga orang, satu psikolog dan dua orang akademisi (bisa satu bidang dengan kita dan bisa juga tidak). Mereka akan menguji kemampuan kita dalam berbahasa (terutama Indonesia dan Inggris) serta keyakinan kita atas apa yang sudah kita tulis di dalam essay. Tentu saja apa yang kita tulis di essay terkait masa depan tidaklah bisa dipastikan apakah kita sanggup mewujudkannya atau tidak, tetapi dengan keyakinan dan optimisme yang tidak berlebihan serta sadar akan visibilitas hal yang ingin kita capai dan semuanya dijelaskan secara baik dan santun maka pewawancara pun bisa menerima ide-ide kita dengan baik pula.
  4. Setelah wawancara ini akan dilanjut dengan kegiatan LGD (Leaderless Group Discussion). Kita akan dibentuk dalam beberapa grup dan akan diberikan satu tema teraktual yang sedang hangat terjadi di Indonesia dan kita akan saling berdiskusi mengutarakan opini hingga diakhir bisa tercapai sebuah konklusi. Dari judulnya bisa kita lihat bahwa dalam diskusi ini tidak diharapkan kita melakukan debat kusir yang saling bersikukuh dengan argument masing-masing dan timbul emosi satu sama lain, jadi disini kita juga dilatih kesabaran, rasa saling menghargai pendapat dan bagaimana menyanggah sesuatu dengan santun.
  5. Setelah itu (sesuai jadwal yang ditentukan LPDP) maka kita dapat melihat hasil kelulusan seleksi dengan mengunduh dokumen PDF di website LPDP seperti saat tahap seleksi administrasi, dan kita akan diberikan jadwal terkait kapan pelaksanaan PK. Bilamana jadwal PK yang tercantum berbenturan dengan awal mulai perkuliahan maka kita bisa mengajukan perpindahan PK selama awal perkuliahan itu tidak lebih cepat dari enam bulan semenjak ditutupnya masa pendaftran dimana kita ikut serta. Tapi bagaimanapun selama kita sehat walafiat setiap penerima beasiswa LPDP ini wajib ikut dalam kegiatan PK, jikalau ada halangan maka jadwal PK kita bisa diundur. Kita pun diberi waktu selama setahun untuk mencari universitas hingga kita diterima, bila sudah lewat tempo maka beasiswa LPDP ini akan hangus.

Paparan di atas terlihat kurang atau bahkan tidak sama sekali menjawab atas rasa gundah bagaimana caranya agar kita bisa lolos seleksi beasiswa LPDP. Memang begitulah sebab tes ini tidak seperti halnya UN atau SNMPTN yang setiap tahun bisa kita bawa pulang soal ujiannya dan digunakan untuk berlatih. Seleksi ini juga tidak berpatok kepada besar atau kecilnya IPK kita (asal masuk kriteria syarat IPK minimum ya hehe),juga bukan dilihat apakah kita sudah mendapatkan LoA (Letter of Admission/Acceptance/Zulassungsbecheinigung) dari universitas tertentu, dan bukan dari seberapa indahnya masa depan Indonesia yang akan kita tuliskan di dalam essay “Peranku Bagi Indonesia” atau seberapa besarnya pencapaian hidup kita yang sudah kita rangkum di dalam CV dan tertulis di dalam essay “Sukses Terbesar Dalam Hidupku”. Tetapi hal penting yang penulis rasa menjadi pertimbangan utama adalah kejujuran dan keyakinan kita dalam mengutarakan opini, rasa saling menghormati dan menghargai, mental yang pantang putus asa, dan rasa cinta tanah air. Tentu saja diatas semua itu adalah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, maka dari itu janganlah pernah putus meminta kepada Sang Maha Kasih sebab Ia lah yang Maha Pemberi dan juga berkuasa untuk membolak balikkan hati manusia, serta juga restu dari orang tua kita sebab mereka adalah wujud kasih setia Allah yang mendampingi kita.

C. Ada siapa saja pelajar Indonesia penerima beasiswa LPDP yang sedang studi di Dresden?


Sekarang mari kita melihat siapa saja mahasiswa Indonesia penerima beasiswa LPDP yang sedang menempuh pendidikan di Dresden. Saat ini ada lima orang pelajar yang terdiri dari tiga mahasiswa S2 dan dua mahasiswa S3, berikut adalah tampak para pelajarnya hahaha.

lpdp1

(Aji Pratama Rendragraha – S2, ACCESS (Advanced Computational of Civil Engineering Structural Studies) TU Dresden)

lpdp2

(Fakhrizal Adiwena Masduki – S2,  ACCESS (Advanced Computational of   Civil Engineering Structural Studies) TU Dresden)

lpdp3

(Muhammad Fahlesa Fatahilah – S2, OME (Organic and Molecular Engineering) TU Dresden)

lpdp4

(Santi Rukminita Anggraeni – S3, Biology TU Dresden)

lpdp5

(Ubed Sonai Fahruddin – S3, Chemistry TU Dresden)

Maaf sebelumnya kita belum pernah berfoto bersama sehingga begitulah hahaha.

D. Apa sajakah kegiatan para pelajar LPDP yang ada di Jerman?

Seperti PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia), para pelajar Indonesia yang menerima beasiswa LPDP pun mempunyai komunitas/perhimpunan yang serupa yakni FORMAL (Forum Mahasiswa Awardee LPDP) dan setiap Bundesland /Negara Bagian di Jerman ada koordinator wilayahnya masing-masing. Komunitas ini berfungsi layaknya sebagai forum komunikasi antar penerima beasiswa LPDP secara umum, selebihnya bisa dilihat di website lpdp-jerman.de. FORMAL secara rutin mengadakan acara silaturrahim dan muktamar minimal setahun sekali, serta ada satu bagian unik dari FORMAL yang namanya NASI PADANG (membuat lapar jika mengucapnya hahahah) yang sebenarnya itu singkatan dari “meNAnam inspiraSI PAda generasi menDAtaNG” jadi ini bukan kegiatan atau divisi danus yang berjualan nasi padang sesungguhnya hahahah. Tujuan utama dari NASI PADANG ini adalah memberi inspirasi kepada adik-adik kita yang masih bersekolah di Indonesia agar terus bersemangat menimba ilmu dan mengejar cita. Bilamana tertarik untuk melihat konten NASI PADANG ini bisa juga di website https://www.facebook.com/profile.php?id=100009130803896 dan https://www.facebook.com/groups/lpdp.awardee.germany/

lpdp6

Sekian ulasan singkat yang dapat kami tulis, mohon maaf bila ada kesalahan penulisan dan juga hal yang tidak berkenan, terimakasih

Oleh: Aji Pratama Rendragraha dan Muhammad Fahlesa Fatahilah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *