Pfotenhauerstrasse 30, 01307, Dresden
0351-65677400
mail.formid@gmail.com

Merayakan Kemerdekaan Indonesia ala FORMID

Merayakan Kemerdekaan Indonesia ala FORMID

Pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018, bertempat di Max-Kade-Haus, Formid mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-73. Acara ini sekaligus merupakan agenda pertemuan bulanan Formid, serta sebagai pelepas penat bagi mahasiswa yang baru saja selesai menjalani ujian semester.

Acara dimulai pada pukul 15:00, dan dibuka oleh Aji Pratama dan Fajri Afrianto. Ada yang menarik dari kedua pembawa acara kita kali ini. Mereka mengenakan dress code pejuang zaman perjuangan dulu.

Setelah acara dibuka oleh kedua host kece ini, Formiders menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Meskipun jauh dari tanah air, namun kekhidmatan dalam menyanyikan lagu kebangsaan sama sekali tidak berkurang.

Membicarakan perayaan 17-an, tak lengkap rasanya jika tidak disertai dengan lomba-lomba yang menarik. Meskipun tidak ada perlombaan khas perayaan 17-an, seperti panjat pinang, balap karung dan makan kerupuk, namun Formiders dari segala usia tetap bersemangat mengikuti berbagai perlombaan pada hari itu.

Perlombaan yang pertama adalah cerdas cermat. Para Formiders dibagi menjadi tiga kelompok, yang masing-masing terdiri dari tiga orang. Lomba cerdas cermat ini sendiri dibagi menjadi tiga babak. Babak pertama adalah pertanyaan kelompok. Disini, masing-masing kelompok akan mendapatkan lima pertanyaan, sesuai tema yang diundi. Jawaban yang benar akan diberi nilai 4, sedangkan yang salah akan dikurangi 1. Babak kedua adalah pertanyaan rebutan, diikuti babak terakhir yaitu “Eat Bulaga”. Tim Hore yang diwakili Bunga, Mary dan Raymond berhasil keluar sebagai juara pertama, dan berhak atas hadiah yang telah disiapkan panitia.

Acara pun dilanjutkan dengan istirahat bersama, sembari menikmati hidangan yang telah disediakan. Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan mengadakan perlombaan berikutnya, yaitu balap kelereng. Perlombaan ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu untuk dewasa dan anak-anak.

Perlombaan berikutnya adalah mencari koin didalam tepung. Perlombaan ini diikuti Erick, Jayanto dan Satya. Meskipun akan membuat wajah dan badan mereka kotor, namun mereka bertiga terlihat bersemangat dalam mengikuti perlombaan ini. Lomba mencari koin ini sendiri dimenangkan oleh Jayanto.

Selain perlombaan di atas, perlombaan lain juga diselenggarakan, antara lain memasukkan sendok kedalam botol, dan juga lomba balap balon. Lomba balap balon sendiri dimenangkan oleh Reynita.

Perlombaan terakhir adalah lomba merias wajah. Masing-masing tim beranggotakan dua orang, dan yang bertugas untuk merias harus ditutup matanya, jadi mereka sendiri tidak akan tahu hasil riasan mereka. Perlombaan ini berjalan seru dan lucu. Para peserta hanya mengandalkan indera perasa untuk merias wajah pasangannya. Bahkan, ketua Formid, mas Cahyo, juga turut serta di perlombaan ini, loh, teman-teman.

Acara berakhir pukul 18:00, dan Formiders pun membersihkan tempat yang telah digunakan.

Meskipun terpisah jarak puluhan ribu kilometer, kami masyarakat Indonesia di Jerman, khususnya di kota Dresden tetap merasakan euforia dan kegembiraan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Harapan kami, para Formiders, semoga di usia yang ke-73 ini, Indonesia menjadi negara yang makin disegani, semakin baik perkembangannya, dan tetap saling menghargai perbedaan satu sama lain. Semoga kedepannya, kami dapat berbuat sesuatu bagi Indonesia, dan dapat turut serta dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati‘!“ – Ir. Soekarno

Penulis: Raymondus Kefi

Foto: Didik Haryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *